Pakistan sedang mempersiapkan serangan nuklir di India pasca serangan udara Balakot, klaim mantan Menteri AS dalam buku baru
World

Pakistan sedang mempersiapkan serangan nuklir di India pasca serangan udara Balakot, klaim mantan Menteri AS dalam buku baru

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo
Sumber Gambar : AP/FILE Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo

Mike Pompeo tentang pemogokan Balakot: Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengklaim bahwa mitranya dari India saat itu Sushma Swaraj telah memberi tahu dia bahwa Pakistan bersiap untuk serangan nuklir setelah serangan bedah Balakot pada Februari 2019, dan bahwa India sedang mempersiapkan tanggapan eskalasinya sendiri. . Pompeo membuat pernyataan ini dalam buku terbarunya ‘Never Give an Inch: Fighting for America I Love’ yang beredar di toko-toko pada hari Selasa, 24 Januari.

Menurut Pompeo, insiden tersebut terjadi pada 27-28 Februari 2019, saat dia berada di Hanoi untuk KTT AS-Korea Utara, dan stafnya bermalam bekerja dengan New Delhi dan Islamabad untuk meredakan krisis ini.

“Saya rasa dunia tidak benar-benar tahu seberapa dekat persaingan India-Pakistan menjadi ledakan nuklir pada Februari 2019. Sebenarnya, saya juga tidak tahu persis jawabannya; Saya hanya tahu itu terlalu dekat. ,” tulis Pompeo dalam bukunya.

Pada Februari 2019, pesawat tempur India telah menghancurkan pusat pelatihan teroris Jaish-e-Mohammed di Balakot, Pakistan, sebagai pembalasan atas serangan teror Pulwama yang merenggut nyawa 40 tentara CRPF.

Apa yang diklaim Pompeo dalam bukunya?

“Saya tidak akan pernah melupakan malam saya berada di Hanoi, Vietnam ketika – seolah-olah bernegosiasi dengan Korea Utara tentang senjata nuklir tidak cukup – India dan Pakistan mulai saling mengancam sehubungan dengan perselisihan selama puluhan tahun atas wilayah perbatasan utara. Kashmir,” kata Pompeo.

“Di Hanoi, saya dibangunkan untuk berbicara dengan rekan India saya. Dia (Sushma Swaraj) percaya bahwa Pakistan telah mulai menyiapkan senjata nuklir mereka untuk menyerang. India, dia memberi tahu saya, sedang mempertimbangkan eskalasinya sendiri. Saya memintanya untuk melakukan apa-apa dan beri kami waktu sebentar untuk menyelesaikan masalah,” kata Pompeo dalam bukunya.

Mantan Sekretaris AS lebih lanjut menyatakan bahwa dia mulai bekerja dengan Duta Besar, kemudian Penasihat Keamanan Nasional John Bolton, yang bersamanya di fasilitas komunikasi kecil yang aman di hotel mereka.

“Saya menghubungi pemimpin Pakistan yang sebenarnya, (Panglima Angkatan Darat) Jenderal (Qamar Javed) Bajwa, yang telah bertunangan dengan saya berkali-kali. Saya memberi tahu dia apa yang dikatakan orang India kepada saya. Dia mengatakan itu tidak benar. Seperti yang diharapkan , dia percaya orang-orang India sedang mempersiapkan senjata nuklir mereka untuk ditempatkan. Kami membutuhkan beberapa jam – dan kerja yang sangat baik dari tim kami di lapangan di New Delhi dan Islamabad – untuk meyakinkan masing-masing pihak bahwa yang lain tidak bersiap untuk perang nuklir, “tambah Pompeo.

Kementerian Luar Negeri India belum menanggapi klaim Pompeo

Namun, belum ada tanggapan langsung dari Kementerian Luar Negeri atas klaim Pompeo.

“Tidak ada negara lain yang dapat melakukan apa yang kami lakukan malam itu untuk menghindari hasil yang mengerikan. Seperti semua diplomasi, orang-orang yang menangani masalah tersebut sangat berarti, setidaknya dalam jangka pendek. Saya beruntung memiliki anggota tim yang hebat di tempat di India, tidak lebih dari Ken Juster, seorang duta besar yang sangat cakap. Ken mencintai India dan rakyatnya,” kata Pompeo.

BACA JUGA: Ketika Abhinandan Varthaman yang menerbangkan MiG-21 menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan

“Dan, yang terpenting, dia mencintai rakyat Amerika dan bekerja keras untuk kami setiap hari. Diplomat paling senior saya, David Hale, juga pernah menjadi duta besar AS untuk Pakistan dan tahu bahwa hubungan kami dengan India adalah prioritas,” dia menambahkan.

“Jenderal McMaster dan Laksamana Philip Davidson, kepala yang kemudian berganti nama menjadi Komando Indo-Pasifik AS, juga memahami pentingnya India,” tulis Pompeo dalam buku terbarunya.

(Dengan input PTI)

Berita Dunia Terbaru

Bermain judi togel hari ini tentunya bakal butuh data keluaran hk maupun hasil keluaran sgp untuk mampu memandang hasil akhirnya. Selain sebagai penentu kemenangan, pengeluaran sgp dan juga Data SDY hari ini berfaedah sebagai bahan untuk laksanakan prediksi jitu. Di sini kami sediakan update nomor togel hari ini muncul berapa untuk kamu semuanya. Sehingga kalian tidak harus kembali susah atau repot mencari nomer togel hongkong maupun togel singapore di daerah lain. Karena nomer togel hari ini udah kami rangkum bersama dengan rapi dan bagus untuk kalian semuanya. Berikut ini adalah tabel data hk dan data sgp yang bisa kalian menikmati secara gratis tanpa wajib membayar ataupun laksanakan registrasi terutama dahulu.

Seperti yang kamu menyaksikan di dalam tabel berikut terdapat nomer dari tiap-tiap pasaran. Angka jackpot togel hari ini dapat kami update cocok dengan jam keluaran pasaran masing-masing. Nantinya dapat kami jelaskan secara lebih detil terhadap paragraf selanjutnya perihal HK Prize maupun togel hkg.

Di indonesia, togel hari ini miliki banyak pasaran layaknya toto sgp, sydney hari ini, togel sidney, togel macau dan tetap banyak lagi. Banyak pemain yang masing bingung di dalam memilih pasaran. Bagi kamu yang baru saja inginkan mencoba permainan togel hari ini, sebaiknya memainkan pasaran judi togel hongkong pools atau togel singapore pools. Karena 2 pasaran selanjutnya merupakan pasaran terbesar dan terfavorit di indonesia agar amat aman di mainkan. Seperti web indotogel, kami termasuk sediakan berbagai style taruhan yang menguntungkan.